Kampung Buyung-Buyung Dijadikan Percontohan Peternakan dan Pertanian
Oleh Admin1 menit baca3.500 dibaca

Sakirman
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB-Selain
menjadikan Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar menjadi lumbung padi
berbasis teknologi untuk sector pertanian di Kabupaten Berau, ternyata anggota
DPRD Berau Sakirman asal Komisi III Bidang Pembangunan ini juga punya impian
besar menjadikan Kampung Buyung-Buyung menjadi pilot percontohan sector
pertanian dan peternakan.
Dengan mengembangkan Peternakan Sapi dinilai sangat layak serta beroptensi untuk dikembangkan. “Saya juga sudah koordinasi dengan SKPD Peternakan meminta dukungan pengembangan ternak Sapi di Kampung Buyung-Buyung,”jelas Sakirman baru-baru ini dikantor dewan Jl Gatot Subroto.
Dari koordinasi bersama SKPD terkait tambah Sakirman, diharapkan terjalin sinergis out put diharapkan bisa saling mengisi .”Seperti misal Dinas bantu apa, kemudian anggaran Pokok Pikiran (Pokir) saya diperntukkan apa , jadi yang dibutuhkan petani bisa terpenuhi, pada akhirnya petani bisa mandiri kedepannya,”tukas Sakirman lagi. Warga Kampung Buyung-Buyungpun sangat mendukung program pengembangan sapi yang ada, bahkan jelas Sakirman lagi, warga menghibahkan lahan untuk pengembangan ternak Sapi dimaksud. “ Kondisi itu sangat kami syukuri adanya dukangan dari masyarakat,”ujar Sakirman.
Kampung Buyung-Buyung arget bisa dijadikan “Pilot Percontohan” kondisi itu adanya pertimbangan hasil pantauan dibeberapa kampong potensi dikembangkan sawahnya ditemukan kenyataan pelakunya atau pekerjanya rata-rata orang yang sudah berumur tua. Kondisi itu ironis adanya, padahl pengembangan pertaniaan juga bisa menjadi penghasilan yang menjanjikan bila dikelola optimal. “Karena itu saya berusaha membuat percontohan agar tidak hanya orang tua tapi anak muda juga harus turut andil untuk mengembangkannya,”jelasnya lagi.
Masih menurut
penjelasan Sakirman, kegiatan persawahan di 2 kampung yakni Sei Bebanir dan
Kampung Merancang sebenarnya potensi dikembangkan. Belum optimal pengelolaannya
ya itu tadi yang mengerjakannya banyak orang berusia tua, padahal di 2 Kampung
ini terdapat Mesin Penggilingan
Padi yang mangkrak bantuan dari Propinsi Kaltim. “Kemarin saat Reses sudah juga saya
pertanyakan, tindak lanjutnya akan dikoordinasikan dengan Instansi terkait
bagaimana status dari Pengilingan Padi yang mangkrak itu,”tuturnya. (sep/adv)






